BERITA

Detail Berita

SMPN 1 Sumbergempol Selenggarakan Workshop Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Pemanfaatan Notebook LM

Sabtu, 18 Juli 2026 17:56 WIB
21 |   -

Sumbergempol – SMP Negeri 1 Sumbergempol menyelenggarakan Workshop Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pemanfaatan Notebook LM untuk Meningkatkan Kompetensi Guru pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 07.00–12.30 WIB, Dan dilanjutkan sesi 2 pada Senin 20 Juli 2026 esok, bertempat di Ruang Guru SMPN 1 Sumbergempol. Kegiatan yang diikuti oleh 62 guru ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan profesionalisme pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Workshop dibuka secara resmi oleh Plt. Kabid Pembinaan Ketenagaan, Kurikulum, Bahasa, dan Perizinan Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Nyuwin, SE., MM., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa paradigma pendidikan saat ini telah mengalami perubahan yang menuntut guru untuk tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan kompetensi berpikir peserta didik.

Baca juga: "MPLS 2026 Selesai, Plt. Kepala Sekolah: "MPLS, Awal Menuju Kesuksesan"

“Tantangan terbesar kita sebagai pendidik bukan lagi sekadar memastikan materi habis tersampaikan sebelum ujian semester, tetapi bagaimana memastikan setiap murid mampu menumbuhkan daya nalar, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah", jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai pendekatan yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), kreativitas, kolaborasi, dan karakter peserta didik.

Plt. Kepala SMPN 1 Sumbergempol, Nur Kholifah, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk membekali guru dengan pemahaman konsep pembelajaran mendalam sekaligus keterampilan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) melalui Notebook LM sebagai pendukung proses pembelajaran.

“Tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, memperkuat kemampuan guru dalam menyusun pembelajaran bermakna, meningkatkan literasi digital melalui pemanfaatan Notebook LM, dan membantu guru dalam berinovasi serta menyusun perangkat pembelajaran", ucapnya.

Materi workshop disampaikan oleh dua narasumber berpengalaman, yaitu Anik Purwani, M.Pd. dari SMPN 1 Tulungagung dan Wilujeng Jatiningsih, M.T. dari SMPN 1 Sumbergempol. Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan pengalaman belajar aktif, reflektif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Guru juga diajak menyusun strategi pembelajaran yang mampu mendorong kemampuan bernalar, berpikir kritis, serta pemecahan masalah.

Selanjutnya, pada sesi kedua lusa, peserta akan dikenalkan dengan Notebook LM, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu guru mengelola sumber belajar, menyusun ringkasan materi, merancang perangkat pembelajaran, hingga menghasilkan ide-ide pembelajaran secara lebih efektif dan efisien. Melalui praktik langsung, para guru belajar memanfaatkan teknologi tersebut sebagai pendukung pembelajaran tanpa menghilangkan peran guru sebagai fasilitator utama.

Baca juga: "6 Penghargaan Antarkan Regu Melati PRASSASTA Masuk 5 Besar LT III Tulungagung 2026"

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti workshop dengan antusias. Diskusi interaktif, praktik penggunaan Notebook LM, serta berbagi pengalaman antarguru menciptakan suasana belajar yang kolaboratif. Para guru juga berkesempatan mencoba berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan modul ajar, bahan presentasi, maupun pengembangan media pembelajaran berbasis digital.

Melalui workshop ini, SMPN 1 Sumbergempol berharap seluruh guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana. Peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas sehingga mampu melahirkan peserta didik yang memiliki daya nalar, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta karakter yang kuat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. (DER)

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini